LDK Session I

16 April 2011

Flashback

Sebelumnya hari Jumat, 15 April 2011, ada technical meeting di Student Lounge dimana total ada 29 orang dari 31 anggota yang namanya terdaftar di list dikumpulkan disana.

Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, kami diharuskan untuk membuat segudang pekerjaan yang menyita waktu dan tentunya menghabiskan dana. Diantaranya yaitu pembuatan gelang dengan alphabet CSI untuk masing-masing orang, pembuatan name tag untuk masing-masing anak, serta kalung yang berisi dua buah oreo.

Dengan cepat seorang jendral (meski wanita) dipilih oleh kami. Dan beberapa grup segera dibentuk berdasarkan pembuatan tugas kerja masing-masing.
Karena rumah saya dan teman saya yang tidak memungkinkan untuk membantu seluruh pekerjaan atribut yang pastinya membuat waktu pulang kami tergeser hingga tiga sampai empat jam, kami terpaska tidak turut membantu dan hanya mengambil bagian sebagai sie konsumsi. Maafkan kami, ya teman-teman.. *guilty feeling*

06.00 a.m 

Kami diharuskan berkumpul pukul tujuh tepat dan bila terlambat kami harus rela diberikan konsekuensi yang kemarin telah kami sepakati bersama (telat 1 menit = 60 kali push up). Karena terlambat naik ke lantai tiga dan hanya berkumpul di lobby tanpa mengabsen, kami terlambat tiga belas menit dari waktu yang telah ditentukan oleh kelima belas panitia.

Jadi, 13 x 60 = 780 kali push up yang harus kami semua lakukan! Belum lagi ditambah seorang diantara kami yang berjumlah 29 orang itu yang tidak dapat dihubungi sehingga membuat kami kesulitan menjawab pertanyaan dari para panitia. Singkat cerita kurang lebih pukul sembilan ia menampakkan dirinya dan dengan frontal menjelaskan kepada kita bahwa ia terlambat lantaran kesulitan mendapatkan izin dari orangtuanya. (namun belakangan izin itu dikantonginya sehingga ia resmi menjadi gabungan dari kita) :)

250 kali push up kami lakukan di sela-sela berbagai acara yang ada. Sebagai ganti dari 530 push up lainnya, panitia “berbaik hati” mengubah konsekuensi kami menjadi jalan jongkok mengelilingi sebuah lintasan yang telah disediakan oleh panitia sebanyak enam kali putaran. Hasilnya? Kami pulang dengan semua letih di badan. But, what can I say? It’s fun! =)

GAMES ZONE and ITS ESSENSE


1. Listening to CEO
 
Kami dibagi menjadi 5 kelompok dimana satu kelompok terdiri dari lima sampai enam orang dan dipilih satu CEO di tiap kelompok. Mata tiap anggota kelompok ditutup oleh sebuah syal dan kami harus mengikuti sebuah jalur khusus yang telah di-arrange berliku-liku sedemikian rupa oleh para panitia. Dan untuk sampai ke tempat tujuan, kami diharuskan untuk mengikuti petunjuk dan arahan dari sang CEO.

Esensi : Dengarkan perintah pimpinan tertinggi.

2.       2. 1,2,3,4
Panitia memberikan kode-kode berupa gerakan-gerakan aneh yang harus dibentuk oleh satu sampai empat orang. (1 : patung pancoran, 2: dansa, 3: lampu lalu lintas, 4: bunga matahari)

Esensi : Time and people management.

17 April 2011

Belajar dari pengalaman kemarin, kali ini kami berusaha sebisa mungkin untuk tidak datang terlambat dan memenuhi semua tugas yang diinginkan oleh panitia agar terhindar dari konsekuensi yang menggunung (dan pastinya menyiksa).

GAMES ZONE and ITS ESSENCE

1.      1. Sitting relaxly
Kami berduapuluhsembilan diharuskan untuk membentuk sebuah lingkaran dan dengan aba-aba oleh jendral, kami mencoba untuk duduk di atas lutut teman kami sampai semuanya dapat duduk dengan nyaman.

Esensi : Dalam sebuah organisasi, kita adalah satu kesatuan yang tentunya saling berbagi beban satu sama lain.

2.       2. Dizzying games
Setiap dari kami harus memutar-mutar tubuh kami dengan pandangan mata menghadap lantai dan selanjutnya kami harus menyerbu suara panitia dan mengelilinginya dan melakukan games pertama.

Esensi : Bila kita mencoba suatu hal berkali-kali, hasil yang kita dapatkan akan lebih maksimal. (meskipun pada awalnya tampak berat)

3.       3. Dancing time
Enam buah video diputar dan lima kelompok harus memilih satu buah video yang nantinya akan diperagakan langsung oleh CEO dan para anggotanya.

Esensi : Meski ada banyak rintangan dan gangguan, don’t easily distracted! Be focus!

4.      4.  Debating
Mosi dibacakan dan tiga dari kita dipilih secara acak dan memebentuk tima pro VS kontra dan melakukan proses debat seperti biasa.

Esensi : Dalam kegiatan berorganisasi, perdebatan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Maka itu kita harus mampu berbicara di depan umum.

5.       5. Throw yourself away!
Kami diminta untuk membentuk sebuah kelompok dengan tinggi dan berat badan yang seimbang. Secara bergantian satu orang dari tiap kelompok akan menjatuhkan dirinya dari atas kursi dan teman-teman yang lainnya akan menahannya.

Esensi : Trust with you friends, they won’t let you hurt! :D

Itu sekilas games-games yang kami lakukan beserta esensi-esensinya. Selepas hari Minggu, 17/4.11 itu, ternyata “perjuangan” kami belum selesai, karena kami masih harus mengerjakan tugas-tugas selama dua minggu dalam mengumpulkan tanda tangan panitia-panitia serta mempersiapkan diri untuk dua hari LDK selanjutnya yang akan dilaksanakan tanggal 30 April dan 1 Mei nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramuan Alami Penyegar Mata

Kisah Pemuda dan Semangkuk Nasi Putih

Pengalaman Internship di PT XL Axiata Tbk (Talk and Tips)