Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Cerita Pelayanan Ibadah Anak #2: Christian & Jesslyn

Post pertama saya yang diberi judul sama dan hanya berbeda angka seri saya tulis pada awal bulan September. Dan tiba-tiba saja bulan September kini sudah hampir berakhir di depan mata. Time really flies! Anyway , meski post kedua yang baru saya tulis ini ada di akhir September, bukan berarti selama minggu-minggu sebelumnya saya tidak mengalami sebuah (atau bahkan beberapa) kejadian seru dan menarik selama melayani di Ibadah Anak. Saya harus katakan di setiap minggunya, pelayanan yang saya lakukan di Ibadah Anak selalu mempunyai cerita tersendiri. Beragam kejadian-kejadian tersebut dapat diibaratkan sebagai sebuah film yang akan selalu menjadi film yang tidak tertebak alur ceritanya. Warna warni kejadian di Ibadah Anak mulai dari yang  menjengkelkan, mengagetkan, lucu, menggemaskan, sampai kejadian yang manis seperti yang baru saja terjadi hari ini :) Cerita bermula ketika saya selesai membawakan firman Tuhan dan seperti biasa anak-anak tersebut diberi ayat hapalan yang...

Wishlists Bucket

Gambar
They said you should write to remind your accomplishment of your wants.  So I'm trying to write my wishlists bucket for the first time in my life :) ..and what matches best with 'wishlists bucket' except a-birthday-thing? :D Akhir-akhir ini saya menemukan sebuah metode baru yang sangat saya sukai untuk dipakai dalam mengungkapkan perasaan kepada seseorang. Bukan metode "baru" yang benar-benar baru, sih. Saya pernah melihatnya di sebuah film Barat agak lama yang menggunakan metode ini. Dalam adegan tersebut, sang pria menggunakan kertas gambar yang berisi pesan yang ingin ia sampaikan kepada sang wanita (yang notabene adalah kekasih temannya sendiri) dan telah ia pendam sejak lama. Dengan latar belakang suasana dan lagu Natal, sang pria meminta si wanita untuk tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan dia mulai mengutarakan perasaannya selama ini dengan membalik kertas demi kertas yang isinya cukup menyentuh. Meski berujung tidak bahagia untuk kisah cinta ...

Renungan Kehidupan: Life is A Choice

Hidup berawal dari "B" dan berakhir di "D" . B = Birth (lahir) D = Death (mati) Tetapi diantara huruf B dan D, di tengahnya ada huruf C . C = Choice (pilihan) Ini mengingatkan kita bahwa hidup selalu menawarkan sebuah pilihan. Ketika ada masalah, apakah Anda akan tersenyum dan menganggap bahwa segala sesuatunya akan membaik besok atau Anda akan marah dan menggerutu sepanjang hari. Ketika ada yang berbuat jahat kepada Anda, apakah Anda akan mengampuni orang tersebut ataukah Anda akan berusaha sekuat tenaga Anda untuk membalas perlakuan orang tersebut kepada Anda. Ketika seseorang menyakiti perasaan Anda, apakah Anda masih tetap bisa mengasihi orang tersebut atau malah Anda akan membenci orang tersebut seumur hidup Anda. Ketika Anda melihat kehidupan Anda, apakah Anda akan bersyukur atas apa yang sudah Anda miliki selama ini ataukah Anda mengeluh dan menyesali mengenai segala hal yang belum atau tidak pernah Anda miliki. Tidak ada pilih...

A Story About Relationship

Hari ini seorang kenalan saya merayakan hari jadinya dengan pasangan yang telah tepat memasuki bulan keenambelas. Dan seperti biasanya setiap mendengar berita mengenai kelanggengan hubungan seseorang yang saya kenal dengan pasangannya, saya jadi tertular kebahagiaan mereka :D Namun seperti hal-nya hubungan lainnya, tentulah sebuah hubungan tidak langsung serta merta terbentuk dengan baik. Sama seperti mendirikan bangunan yang kuat, dibutuhkan fondasi yang kokoh agar tidak mudah roboh dihantam angin badai maupun pasang surut ombak. Semuanya butuh proses dan yang namanya proses sudah pasti tidak berjalan dalam waktu singkat. Akhirnya semuanya kembali pada masalah waktu. Kenalan saya ini pun sempat bercerita betapa sulitnya mempertahankan hubungan mereka pada awalnya. Berbagai ketidakcocokkan mengenai perkara-perkara kecil hingga percekcokan yang berujung menjadi besar hanya karena kesalahan penggunaan kata kerap kali terjadi. Lima-enam bulan pertama mereka mulai menjalin...

Cerita Pelayanan Ibadah Anak #1

Minggu kemarin, seperti luar biasanya , saya kembali menjadi pelayan di Ibadah anak :D Kali ini saya melayani di kelas Pratama 3 dan kembali berkenalan dengan wajah-wajah baru. I should say that this year I really met a lot of new faces :) Dan seperti kebiasaan saya sejak awal mula melayani di tiap kelas baru, saya mencoba untuk memaksimalkan waktu yang ada untuk berkenalan kepada setiap anak sebelum jam ibadah dimulai. Biasanya saya mulai dengan mengucapkan salam "Shaloom" sambil berjabatan tangan dan memperkenalkan nama saya. Pada saat yang bersamaan itu pula saya berusaha untuk mengingat nama-nama setiap dari anak-anak. Luckily, I'm a person who can remember a lot of names easily :D Dan bukan anak-anak namanya kalau saya pulang tanpa membawa cerita baru setelah melayani di setiap minggunya :D Seorang gadis cilik dengan potongan rambut pendek yang manis dengan cerianya bertanya kepada saya tentang satu pertanyaan yang kerapkali ditanyakan oleh anak-anak...

Kisah Mikhail di Rusia

Jaman dahulu kala di Rusia hidup pasangan suami-istri Simon dan Matrena, Simon yang miskin ini adalah seorang pembuat sepatu. Meskipun hidupnya tidaklah berkecukupan, Simon adalah seorang yang mensyukuri hidupnya yang pas-pasan. Masih banyak orang lain yang hidup lebih miskin daripada Simon. Banyak orang-orang itu yang malah berhutang padanya. Kebanyakan berhutang ongkos pembuatan sepatu. Maklumlah, di Rusia sangat dingin sehingga kepemilikan sepatu dan mantel merupakan hal yang mutlak jika tidak mau mati kedinginan. Suatu hari keluarga tersebut hendak membeli mantel baru karena mantel mereka sudah banyak yang berlubang-lubang. Uang simpanan mereka hanya 3 rubel (rubel = mata uang Rusia) padahal mantel baru yang paling murah harganya 5 rubel. Maka Matrena meminta pada suaminya untuk menagih hutang orang-orang yang telah mereka buatkan sepatu. Maka Simon pun berangkat pergi menagih hutang. Tapi tak satupun yang membayar. Dengan sedih Simon pulang. Ia batal membeli mantel. ...