Berapa Harga Dirimu, Perempuan?

Semester baru identik dengan dosen baru. Dosen yang lucu, yang unik, yang santai, yang tegas, sampai yang kurang enak dan membuat mata seringkali hampir menutup pun ada. 

"Ibarat toko, sebenarnya dosen itu seperti toserba alias toko serba ada."

Contohnya hari ini. Dosen yang termasuk dalam kategori terakhir tersebut hadir dalam jadwal perkuliahan saya. Meski tak ada sangkut pautnya dengan mata kuliah yang ia ajarkan, ada beberapa ucapannya yang patut saya acungi jempol.

Ucapan yang keluar dari celah-celah bibirnya ini sudah pasti adalah spontanitas belaka berdasarkan pemikirannya yang telah banyak makan asam garam. Bahkan mengenai perumpamaannya, ia menggunakan benda yang berada terdekat di atas mejanya :p

Dia bicara mengenai perempuan...

Menurutnya, perempuan itu seperti segel kemasan air mineral dalam gelas dan seorang pacar seharusnya menjadi penjaga atau pelindung supaya segel kemasan itu jangan sampai rusak dan bukannya malah merusak segel kemasan itu sendiri.

Terlebih lagi, seiring dengan berkembangnya Negara Indonesia yang telah banyak mendapat pengaruh dari sana-sini, negara-negara Barat khususnya, banyak dari perempuan-perempuan Indonesia telah ikut terbawa "arus" tren dan tidak lagi menjaga ketimurannya.

Hal inilah yang sangat disesalkan. Kenapa? Karena ini berarti telah terjadi kemerosotan penghargaan diri perempuan terhadap diri mereka sendiri. Bagaimanapun, cara untuk dihargai oleh orang lain adalah dengan menghargai diri Anda sendiri terlebih dahulu.
Bila tidak, jangan harap orang lain dapat menghargai Anda.

"Bila Anda menganggap diri Anda sendiri rendah, lantas siapa yang akan menganggap diri Anda tinggi?"

Terakhir, patut diingat bahwa sebuah produk dinilai mahal bukan hanya karena isinya, tapi juga karena kemasannya yang masih rapi tersegel.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramuan Alami Penyegar Mata

Kisah Pemuda dan Semangkuk Nasi Putih

Pengalaman Internship di PT XL Axiata Tbk (Talk and Tips)