Kilas Balik Kedatangan Obama Ke Indonesia
Siapa yang tidak tahu Barrack Obama? Pria yang membuat sejarah pada tanggal 4 November 2008 saat berusia 47 tahun ini adalah presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat.
Kedatangannya ke Indonesia pada tanggal 9 dan 10 November 2010 kemarin pun merupakan sebuah kehormatan besar kepada bangsa Indonesia yang notabene pernah menjadi tempat tinggalnya ketika ia berusia enam tahun.
Namun pro dan kontra atas kedatangan putra dari seorang pria Kenya dan seorang wanita berkulit putih asal Kansas ini tak dapat dihindarkan.
Kedatangannya ke Indonesia pada tanggal 9 dan 10 November 2010 kemarin pun merupakan sebuah kehormatan besar kepada bangsa Indonesia yang notabene pernah menjadi tempat tinggalnya ketika ia berusia enam tahun.
Namun pro dan kontra atas kedatangan putra dari seorang pria Kenya dan seorang wanita berkulit putih asal Kansas ini tak dapat dihindarkan.
Di balik semuanya itu, alangkah baiknya bila kita mampu memetik manfaat sebesar mungkin dari kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, ke Indonesia.
Ada beberapa manfaat yang dapat dipetik Pemerintah Indonesia dari kunjungan Obama.
Pertama, Indonesia bisa melakukan kerja sama untuk alih teknologi dari AS karena negara itu dikenal memiliki tingkat pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Terutama ahli teknologi di bidang industri militer. Industri-industri strategis seperti PT Pindad bisa didorong untuk bekerja sama dengan perusahaan industri militer AS.
Manfaat kedua, AS merupakan kekuatan politik dan militer yang besar di dunia. Dengan melakukan kerja sama dan meningkatkan hubungan baik Indonesia dengan AS, Indonesia bisa memainkan kunci untuk menjaga stabilitas kawasan terutama di Asia Tenggara. Kestabilan kawasan Asia Tenggara akan memudahkan bagi Indonesia untuk melakukan program pembangunan. Hal ini dilakukan demi membangun Indonesia ke arah yang lebih baik dengan kestabilannya.
Manfaat lain yang bisa dipetik Indonesia selain di bidang militer adalah kerja sama di bidang kesehatan, kesejahteraan dan pendidikan.
Mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi ketiga terbesar di dunia dan sekaligus merupakan sebuah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam namun bersikap moderat, posisi Indonesia dengan jelas sangat memungkinkan Amerika untuk tertarik bekerjasama. Sehingga bisa dibilang kerjasama Indonesia dan AS ini adalah sebuah keuntungan timbal balik. Bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi Amerika.
Namun, yang diharapkan tak luput dari perhatian adalah penekanan bahwa kerjasama yang akan terjalin diantara Indonesia dan Amerika ini adalah riil dan bukan sekadar komitmen di atas kertas saja, sehingga bisa menjadi tonggak hubungan bilateral Indonesia dan AS ke depannya.
Ada beberapa manfaat yang dapat dipetik Pemerintah Indonesia dari kunjungan Obama.
Pertama, Indonesia bisa melakukan kerja sama untuk alih teknologi dari AS karena negara itu dikenal memiliki tingkat pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Terutama ahli teknologi di bidang industri militer. Industri-industri strategis seperti PT Pindad bisa didorong untuk bekerja sama dengan perusahaan industri militer AS.
Manfaat kedua, AS merupakan kekuatan politik dan militer yang besar di dunia. Dengan melakukan kerja sama dan meningkatkan hubungan baik Indonesia dengan AS, Indonesia bisa memainkan kunci untuk menjaga stabilitas kawasan terutama di Asia Tenggara. Kestabilan kawasan Asia Tenggara akan memudahkan bagi Indonesia untuk melakukan program pembangunan. Hal ini dilakukan demi membangun Indonesia ke arah yang lebih baik dengan kestabilannya.
Manfaat lain yang bisa dipetik Indonesia selain di bidang militer adalah kerja sama di bidang kesehatan, kesejahteraan dan pendidikan.
Mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi ketiga terbesar di dunia dan sekaligus merupakan sebuah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam namun bersikap moderat, posisi Indonesia dengan jelas sangat memungkinkan Amerika untuk tertarik bekerjasama. Sehingga bisa dibilang kerjasama Indonesia dan AS ini adalah sebuah keuntungan timbal balik. Bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi Amerika.
Namun, yang diharapkan tak luput dari perhatian adalah penekanan bahwa kerjasama yang akan terjalin diantara Indonesia dan Amerika ini adalah riil dan bukan sekadar komitmen di atas kertas saja, sehingga bisa menjadi tonggak hubungan bilateral Indonesia dan AS ke depannya.
Komentar
Posting Komentar