Interview
Today I got interviewed by my seniors at my campus to be one of BEM's candidate. Interview-nya mulai jam lima sore which means i have to wait for three and half hours! Aaaaa.. kalo bukan karena uda kepengen berorganisasi lagi setelah lama vakum dari per-es-em-a-an, saya ngga bakalan deh mau nunggu-nunggu gini.
Jumlah peserta interview BEM ini sendiri berjumlah 92 orang dan dibagi menjadi beberapa hari masa interview. Dalam seharinya mereka menginterview sekitar 15-19 orang.
I've been waiting for almost a year, when suddenly I think about going home just because I have a friend who will pick me up at that time. Tapi seakan tau pikiran saya, tiba-tiba aja pintu kebuka dan urutan nomer lima dipanggil masuk (saya nomer enam). Finally, saya nunggu lagi sampe giliran saya masuk ke dalam "ruang pembantaian".
Jreng, jrenggg.. Lima belas menit kemudian, pintu terkuak lebar dan tampaklah sesosok pemuda berbaju merah (baju resmi KBM, salah satu anggota yang bakalan nge-interview). Tapi sayangnya dia keluar buat minta kita nunggu sebentar buat salah satu perbincangan yang akan terjadi di dalam sana.
Kira-kira lima menit dipotong pajak, kakak itu keluar lagi dan.. eng-ing-eng, it's my turn!
Seperti layaknya interview-interview lain yang saya ikuti, kali ini interview-nya pun berjalan seperti biasanya. Dimana jawaban saya selalu memancing gairah tawa sang interviewer. Yang jelas perasaan saya begitu masuk ke ruangan yang tadinya nervous berangsur-angsur mulai berkurang kecemasannya dan berganti dengan perasaan biasa. Dan setelahnya saya mendapati bahwa proses interview ini telah selesai.
Kesimpulan yang saya dapat: jawaban aneh saya menyebabkan para interviewer tertawa terus sehingga teman-teman saya yang menunggu giliran di luar ruangan bertanya mengapa ruangan saya menjadi ruangan interview yang paling ribut sepanjang proses wawancara.
Komentar
Posting Komentar