Modus Operandi "Burung Beo"

Pernah naik angkot berwarna cat hijau-putih-hijau jurusan Kalideres-Serpong atau arah sebaliknya? Saya sarankan Anda sekalian berhati-hati karena saya mendapati suatu kejanggalan yang agak menggelitik ketika saya menemukan suatu kejadian yang saya asumsikan sebagai sebuah modus operandi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terlah berkomplot untuk menipu orang lain.

Kejadian pertama bermula ketika saya menaiki angkot tersebut ketika waktu menunjukkan pukul setengah sembilan pagi lebih sedikit. Angkot yang saya naiki saat itu tidak terlalu penuh. Hanya sekitar delapan orang di dalamnya. Terdiri dari enam pria dan dua wanita (saya dan teman saya). Perjalanan terasa sunyi seperti biasanya karena di dalam angkot tidak ada yang bersuara.

Namun suasana itu tidak bertahan lama ketika tiba-tiba kami dikejutkan oleh sebuah suara seperti suara kesakitan yang terdengar agak melengking. Serentak ketujuh kepala menoleh kepada satu bungkusan berwarna cokelat muda yang dipegang di tangan oleh seorang Mas-mas. Sambil tersenyum, Mas tersebut berujar, "Cuma suara burung, kok. Tenang aja. Cuma burung."

Dan dalam waktu sepersekian detik, Mas-mas pembawa burung itu telah mendapat perhatian keempat belas telinga yang terpasang di dalam angkot yang masih terus berjalan melenggang itu. Dari percakapannya dengan beberapa bapak-bapak lainnya, saya dapat mengetahui bahwa Mas tersebut ingin menjual burung beo-nya yang sudah terampil diajak berbicara (seperti mengucapkan kata "Good Morning" dan "Cewek" yang dipraktikkannya di dalam angkot) di salah satu toko burung terdekat karena ia berencana untuk sesegera mungkin kembali ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Mendengar itu, salah satu Bapak yang berada di dalam angkot merasa sangat tertarik dan bertanya berapa harga yang ditawarkan olehnya. Mas itu menyebut harga dengan dua sampai tiga juta rupiah. Bapak tadi terlihat sangat antusias dan mengajak Mas itu untuk turun bersamanya menuju ATM terdekat. Namun Mas itu menolak dengan alasan ia dalam keadaan terburu-buru.

Singkat cerita, Mas itu melirik seorang pemuda yang sedari tadi hanya menjadi penonton pasif yagn sedang memainkan handphone Nokia-nya (bukan seri terbaru namun handphone-nya jauh lebih canggih bila dibandingkan dengan handphone Bapak Penawar tadi). Bapak penawar mendesak sang pemuda untuk menggadaikan dulu hp nya dengan burung beo tersebut dan sebagai gantinya ia akan diberikan uang senilai dengan harga si burung beo yang akan diterima bila ia bersedia turun bersama mereka berdua di tengah jalan. Jadi, Mas penjual burung akan mendapat hp si pemuda dan si pemuda akan berangkat bersama Bapak Penawar menuju ATM terdekat.

Sang pemuda tampak ragu sejenak namun di tengah desakan dari orang-orang di dalam angkot tersebut (minus saya dan teman saya), ia akhirnya menyetujuinya meskipun raut wajahnya jelas-jelas menunjukkan keraguan yang tersirat di dalamnya. Dan pertunjukkan pun berakhir setelah mereka mengucap kata maksiat, "Kiri, bang!", yang didengar oleh sopir. Setelah menerima ongkos mereka, sang supir pun kembali melajukan kendaraannya.

And guess what? Today I met the same person with the same accident and also the same conversation around it!

I was so shocked that I even can't think anything except leaving from that car as soon as possible. And that's what I did.

Mas penjual burung itu berwajah sama dan melakukan cara yang sama dengan tidak sengaja membut burung beo-nya mengeluarkan suara yang akhirnya membuat orang-orang yang berada di dalam angkot itu terkejut bukan kepalang. Hanya saja Bapak Penawar nya berbeda. Dan saya tidak menunggu sampai ia menipu orang yang ada di dalam angkot itu untuk kedua kalinya di depan mata saya. Tanpa ragu, saya menurunkan diri saya meski saya belum sampai ke tempat tujuan akhir saya.

Saya tidak tahu persis ada berapa orang yang berkomplot dengan mereka. Mungkin hanya Bapak Penawar itu tapi mungkin juga lebih. Selain itu waktu mereka menjalankan operandi inti pun belum terdeteksi. Pertama kali pagi hari dan hari ini siang hari. Yang saya sarankan, bila Anda adalah pengguna jasa angkot dan menemukan beberapa kejadian aneh dan janggal semacam ini, segera turun dari angkot itu secepat yang Anda bisa. Anda tidak akan pernah mengetahui apakah kata-kata dan sentuhan-snetuhan yang mereka berikan adalah hipnotis atau bukan.

Tetap waspada dengan keadaan di sekeliling Anda dan tidak ada salahnya berdoa bila Anda merasakan suatu perasaan yang tidak enak. Have a Safe Trip! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramuan Alami Penyegar Mata

Kisah Pemuda dan Semangkuk Nasi Putih

Pengalaman Internship di PT XL Axiata Tbk (Talk and Tips)