Pasangan Hidup Dari Tuhan


Pernah berpikir mengenai pasangan hidup?

Mungkin kamu belum pernah mengalami kisah percintaan sepanjang hidupmu, atau mungkin kamu pernah menjalin hubungan berkali-kali namun selalu kandas di tengah jalan,

Mungkin kamu sering bertanya-tanya mengapa pangeran berkuda putihmu tak kunjung datang, atau mungkin kamu malah baru saja mengalami kegagalan tragis bersama dia yang kamu sayangi,

Mungkin selama ini kamu sulit untuk membuka hati pada seseorang, atau mungkin sekarang kamu tengah bersama seseorang..Yakinkah dirimu bahwa dialah orangnya?

Kalau ada jawaban "ya" dari beberapa pertanyaan di atas, terus baca postingan ini. Mungkin ini salah satu cara Tuhan "berbicara" padamu :)



_________________________________________________________________________________

Mari kita renungkan. Mungkin kamu pernah berkunjung ke toko pakaian. Kamu memilih pakaian yg pas untukmu. Mungkin pramuniaga menyarankan, "Ini pakaian yg cocok untuk Anda." Atas saran pramuniaga tersebut, maka kamu pun membawa pakaian itu ke fiiting room dan mencobanya. 

Betulkah pakaian itu cocok untukmu? Kau teliti bahannya, jahitannya, ukurannya. Setelah memeriksa dengan seksama, kamu merasa kurang sreg dengan pakaian tersebut. Dengan kata maaf pada parmuniaga, kamu kemudian mengembalikan pakaian itu ke tempatnya dan beralih ke gerai pakaian lain. 

Hal yg sama mungkin terulang; pakaian yang menurut orang lain pas untukmu, atau pakaian yg sepintas cocok menurutmu, ternyata tidak tepat setelah diteliti.


Sebuah pakaian, mungkin cocok untuk orang lain, tapi tidak cocok untukmu. Mungkin kamu tidak bisa membeli pakaian dengan warna terang karena kulitmu sawo matang..Atau mungkin dirimu tidak cocok mengenakan kemeja dengan motif vertikal berdempet karena postur tubuhmu yang kurus tinggi karena motif tersebut akan membuatmu terlihat semakin kurus. 


Tetapi yakinlah ada pakaian yang tepat di sebuah gerai tertentu yang cocok untuk setiap orang. Memang ada seseorang yg begitu masuk ke satu gerai langsung menemukan pakaian yang tepat untuknya. Ada juga yang harus berputar-putar, keluar-masuk dr satu gerai ke gerai lainnya untuk menemukan pakaian yang tepat, sampai kaki pegal dan peluh menganak sungai. Banyak hal yang membuat pakaian itu tak tepat untukmu, bisa bahan, motif, warna, model bahkan harga. Selera orang berbeda.


Ada juga seseorang yang tak yakin dengan sebuah pakaian, tapi ia tetap mencobanya. Ia bertanya-tanya, cocokkah pakaian ini untukku? Ia meneliti dengan seksama dan menemukan fakta bahwa tak ada hal yang membuat ia harus menolak pakaian itu. Apalagi bila ternyata pakaian tersebut adalah hadiah dari seseorang yang dihormatinya, orang yang dikasihinya atau mungkin iming-iming great sale yang jarang terjadi. Hal itulah yang kemudian menyudutkan orang tersebut untuk membeli pakaian itu sekarang atau menyesal kemudian. Bertahun-tahun setelah mengenakan pakaian itu, barulah terasa, pakaian itu memang cocok atau tidak cocok untuknya.


Pakaianmu, pasangan untukmu. Bisa cocok untuk orang lain, tapi tidak denganmu. 
Maka, tak perlu bersedih jika seseorang yg kau kira tepat untukmu bersanding dgn orang lain; orang yg dekat denganmu, entah itu saudaramu atau mungkin sahabat terbaikmu. 
Yakinlah pasangan yg tepat ada di suatu tempat dan kau akan berjumpa dengannya di suatu masa tertentu. Mungkin Tuhan sengaja menyimpannya, agar saat bertemu kau benar-benar siap berdampingan dengannya. 
Ingat, bahwa sesuatu yang baik menurutmu, belum tentu baik menurut-Nya. Terus berusaha dan berdoa. Perbaiki diri sampai akhirnya kau temukan pakaian yang cocok untukmu.


Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab..


Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, dan penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.


Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."


Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."


Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"


Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."


Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu."

_________________________________________________________________________________

Renungkan ini untuk kamu yang sudah menikah, baru saja menikah, akan menikah, ataupun yang sedang mencari pasangan hidupmu.



Jika kamu memancing ikan, setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu ambil ikan itu.. Jangan sekali-kalii kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.


Begitu juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang. Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya. Jangan sekali-kali kamu meninggalkannya begitu saja karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia masih mengingatnya.



Jika kamu menadah air, janganlah terlalu banyak apa yang kamu tadah namun cukupkanlah dengan keperluanmu sendiri.
Sekali ia retak, tentulah sulit untuk menambalnya seperti semula dan akhirnya ia harus dibuang.
Sedangkan jika rusaknya tidak terlalu parah, kamu masih dapat memperbaikinya dan ia dapat dipergunakan lagi.

Begitu juga ketika kamu memiliki seseorang, terimalah dia apa adanya.
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan menganggapnya begitu istimewa.
Anggaplah ia sebagai manusia biasa sehingga apabila ia melakukan kesalahan, mudah bagimu untuk menerimanya alih-alih kecewa dan akhirnya meninggalkannya.



Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.
Janganlah kamu mencoba mencari makanan yang lain karena terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Maka saat itulah kamu akan menyesal.


Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seseorang yang membawa kebaikan pada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. 
Mengapa kamu tidak berpuas diri dan terus membandingkannya dengan yang lain untuk mengejar kesempurnaan?
Kelak, ketika kamu berpaling lagi pada dirinya, dan ia sudah tidak lagi berada disana, maka ratapan penyesalan pun tidak dapat mengembalikannya di sisimu.


_________________________________________________________________________________

Sekarang ini di sekitar kita marak akan "kegalauan" yang khususnya dialami oleh anak-anak muda. Puluhan bahkan ratusan status diumbar untuk memuaskan hasrat galau mereka di berbagai jejaring sosial. 

Ada banyak sekali tipe kegalauan yang sering kali muncul. Entah itu yang sering bergonta ganti pasangan dengan mudahnya, yang sibuk bertanya-tanya mengenai kejelasan hubungannya yang lebih kita kenal dengan sebutan PHP (Pemberi Harapan Palsu), atau yang paling banyak adalah mayoritas jombloers atau anak-anak muda yang sangat mendambakan memiliki pasangan dan sibuk berkoar-koar menunjukkan status kesendirian mereka. Miris memang, membayangkan bahwa kebahagiaan seseorang ditentukan dari ada atau tidaknya memiliki pasangan.

Mengharapkan pasangan tentu boleh saja. Hal itu bahkan merupakan hal yang lumrah mengingat bahwa di kitab Kejadian, Allah bahkan pernah berfirman bahwa hakikat manusia adalah beranakcucu dan memenuhi bumi.
Namun, seringkali motivasi anak-anak muda zaman sekarang dalam mencari pasangan salah. Banyak dari mereka yang hanya ingin menepis kesendirian di sela-sela waktu senggang mereka, sekedar pamer kepada teman-teman atau saudara, tuntutan dari keluarga, gengsi, hanya untuk sekedar status, pamor, dan masih banyak lagi alasan lainnya.

Kalau kamu pikir yang melakukan itu hanya anak-anak diluar yang mengenal Tuhan Yesus, kamu salah besar. Karena nyatanya banyak sekali anak-anak Tuhan yang khawatir akan masa depan mereka, terutama dalam hal pasangan hidup.
Melalui postingan ini, saya juga kembali diingatkan mengenai pentingnya menjaga kekudusan di mata Tuhan, terutama di masa muda ini.
Yang harus kita lakukan hanya berdoa dan terus mendekatkan diri kepada-Nya. Mungkin kamu dan pasangan kamu tengah diproses Tuhan sebelum akhirnya kalian berdua bisa bertemu (atau bersatu).

Jangan khawatir mengenai masa depanmu, karena Tuhan telah menyediakan alur skenario yang terbaik untukmu, dan beruntungnya kita bahwa Tuhan Yesus adalah sutradara terbaik yang pernah ada, bahkan lebih baik dari sutradara dunia sekelas Christopher Nolan dan Steven Spielberg sekalipun :D



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramuan Alami Penyegar Mata

Kisah Pemuda dan Semangkuk Nasi Putih

Pengalaman Internship di PT XL Axiata Tbk (Talk and Tips)